Alfi dan Agas adalah seorang sahabat mulai dari kecil. Mereka selalu bersama dalam suka maupun duka. Namun perasaan persahabatan berubah menjadi rasa cinta ketika Alfi mencintai atau memiliki perasaan lebih dari sahabat kepada Agas.
Suatu hari di SMA tempat Alfi dan Agas bersekolah, kedatangan siswa baru, dia bernama Ayunda atau yang biasa dipanggil Ayu. Dan pada saat itulah cerita cinta segitiga dimulai.
Ayu mendapat kelas XI Ipa 1 dimana Agas dan juga Alfi menempati kelas tersebut.
“Eh, nanti di kelas kita ada siswa baru loh!” ucap Gilang kepada Agas yang tengah duduk sambil menulis tugas.
“Siapa?, Cewek atau cowok?” tanya Agas pada Gilang.
“Dia cewek, namanya Ayu. Dia orangnya cantik banget.” jawab Gilang.
“Terus kalau cantik, kenapa?” tanya Agas cuek
“ya… kalau cantik bisa aja lo suka sama dia.” ucap Gilang
“kan bisa jadi.” jawab Agas sambil tersenyum kecil.
“Hai bro, lagi pada ngomongin apa sih, serius banget.” suara Alfi dengan gaya tomboynya langsung memecahkan suasana ketenangan.
“Apa sih, dateng dateng langsung nyamber aja.” ucap Gilang
“Biarin, wleee.” ucap Alfi sambil menjulurkan lidahnya.
“Ini, kata Gilang bakal ada siswa baru, perempuan.” jelas Agas pada Alfi
“Owh… gitu ya.” Alfi mengangguk mengerti.
“Eh, nanti di kelas kita ada siswa baru loh!” ucap Gilang kepada Agas yang tengah duduk sambil menulis tugas.
“Siapa?, Cewek atau cowok?” tanya Agas pada Gilang.
“Dia cewek, namanya Ayu. Dia orangnya cantik banget.” jawab Gilang.
“Terus kalau cantik, kenapa?” tanya Agas cuek
“ya… kalau cantik bisa aja lo suka sama dia.” ucap Gilang
“kan bisa jadi.” jawab Agas sambil tersenyum kecil.
“Hai bro, lagi pada ngomongin apa sih, serius banget.” suara Alfi dengan gaya tomboynya langsung memecahkan suasana ketenangan.
“Apa sih, dateng dateng langsung nyamber aja.” ucap Gilang
“Biarin, wleee.” ucap Alfi sambil menjulurkan lidahnya.
“Ini, kata Gilang bakal ada siswa baru, perempuan.” jelas Agas pada Alfi
“Owh… gitu ya.” Alfi mengangguk mengerti.
Bel masuk pun berbunyi dan Agas, Alfi, dan juga Gilang bergegas masuk ke kelas. Ternyata benar, ada siswi baru datang ke sekolah mereka dan masuk ke kelas Agas dan Alfi. Saat siswi itu masuk ke kelas, mata Agas tak berpaling dari siswi itu. Semua perkataan Gilang benar, Agas terpesona dan suka pada Ayu (siswi baru tersebut).
Pada saat jam istirahat, Agas mengajak Alfi ke taman untuk membicarakan sesuatu. Hati Alfi langsung gembira, dia kira Agas pasti akan membicarakan atau mengutarakan perasaannya ke Alfi.
Di taman bagas langsung bicara tanpa basa basi.
“Fi, gue suka sama Ayu.” ucap Agas yang membuat hati Alfi bagai disambar petir dan didera hujan deras disertai badai. Orang yang baru Alfi Cinta, justru mencintai wanita lain.
“Terus ngapain lo bilangnya ke gue?” tanya Alfi gugup
“Gue mau lo jadi mak comblang gue lagi.” jelas Agas
“huftt…. gue udah tebak.” jawab Alfi dengan menghela nafas.
“Please mau ya Fi?” Agas memelas pada Alfi
“ya deh, lagi pun bukan sekali ini aja gue jadi mak comblang lo, tapi udah berkali kali.” ucap Alfi
“Fi, gue suka sama Ayu.” ucap Agas yang membuat hati Alfi bagai disambar petir dan didera hujan deras disertai badai. Orang yang baru Alfi Cinta, justru mencintai wanita lain.
“Terus ngapain lo bilangnya ke gue?” tanya Alfi gugup
“Gue mau lo jadi mak comblang gue lagi.” jelas Agas
“huftt…. gue udah tebak.” jawab Alfi dengan menghela nafas.
“Please mau ya Fi?” Agas memelas pada Alfi
“ya deh, lagi pun bukan sekali ini aja gue jadi mak comblang lo, tapi udah berkali kali.” ucap Alfi
Sakit, sakit yang Alfi rasakan. Orang yang ia cintai justru meminta tolong untuk didekatkan dengan wanita lain.
Setelah beberapa cara dilakukan oleh Alfi untuk mendekatkan Agas dan Ayu akhirnya, Ayu dan Agas bisa bersatu menjadi sepasang kekasih. Kini Alfi harus melihat kemesraan dari orang yang sangat ia cintai bersama wanita lain. Sakit, karena cinta, ia tersakiti. Kini Alfi hanya bisa menahan sakit dan pedih yang ia rasakan.
Saat ingin berangkat sekolah, tiba tiba keluar darah dari hidung Alfi dan Alfi pun terjatuh pingsan. Kini Alfi harus ke rumah sakit. Setelah Alfi tersadar dari pingsannya dan setelah mendapat penjelasan dari dokter, ternyata Alfi divonis terkena kanker darah. Penyakit yang ia derita telah stadium 4. Dia harus menjalani Kemoterapi tetapi Alfi menolak.
Seminggu telah berlalu, kini Alfi sudah masuk sekolah seperti biasa. Saat di perjalanan pulang sekolah, Alfi melihat Ayu sedang bermesraan dengan pria lain. Alfi tak tinggal diam, dia langsung bilang semuanya ke Agas tetapi Agas tak mempedulikannya. Dia malah memaki dan memarahi Alfi habis habisan. Agas telah menyakiti hati Alfi karena telah memutuskan tali persahabatan mereka dan Agas mengembalikan gelang couple yang pernah Alfi buat. Kini lengkap sudah rasa sakit yang Alfi rasakan.
Alfi kembali masuk rumah sakit. Kini badan tomboynya tergeletak lemas di atas kasur rumah sakit dan hidungnya harus dipakaikan selang oksigen.
Agas datang ke rumah sakit dan meminta maaf pada Alfi atas kata kata kasar yang pernah Agas ucapkan pada Alfi, karena semua yang Alfi katakan ternyata benar. Ayu telah berselingkuh di belakang Agas.
“Alfi maafin gue, karena gue udah nyakitin lo.” Agas tertunduk dan menangis
“Gue udah maafin lo kok, Gas.” balas Alfi langsung terbangun dari komanya
“Gue gak pernah sekalipun marah sama lo Gas. Semua yang lo lakuin ke gue, gue terima dengan lapang dada karena gue cinta banget sama lo.” lanjut Alfi
“Mungkin ini saatnya gue pergi, karena gue udah nyatain betapa gue cintanya sama lo Gas. Thanks buat semuanya, Thanks buat semua rasa sakit yang udah lo berikan ke gue. Dan gue juga minta maaf karena setelah ini gue gak bisa lagi jadi mak comblang lo Gas. Thanks and i love you Agas.” kata kata terakhir yang Alfi ucapkan ke Agas.
“Alfi jangan tinggalin gue sendiri, Alfi…” Agas teriak dan menangisi kepergian Alfi.
“Gue udah maafin lo kok, Gas.” balas Alfi langsung terbangun dari komanya
“Gue gak pernah sekalipun marah sama lo Gas. Semua yang lo lakuin ke gue, gue terima dengan lapang dada karena gue cinta banget sama lo.” lanjut Alfi
“Mungkin ini saatnya gue pergi, karena gue udah nyatain betapa gue cintanya sama lo Gas. Thanks buat semuanya, Thanks buat semua rasa sakit yang udah lo berikan ke gue. Dan gue juga minta maaf karena setelah ini gue gak bisa lagi jadi mak comblang lo Gas. Thanks and i love you Agas.” kata kata terakhir yang Alfi ucapkan ke Agas.
“Alfi jangan tinggalin gue sendiri, Alfi…” Agas teriak dan menangisi kepergian Alfi.
Setelah pemakaman Alfi selesai, Agas masih betah di temani batu nisan bertuliskan nama CAMELIA DWI ALFIYA.
“Alfi, sekali lagi maafin gue. Gue udah nyakitin lo dan gak peka sama perasaan lo. Dan makasih udah mau jadi sahabat juga mak comblang gue yang baik selama ini. Makasih, makasih banget. Thanks so much and i love you too Alfi.” kata kata Agas untuk Alfi sebelum meninggalkan makam Alfi.
“Alfi, sekali lagi maafin gue. Gue udah nyakitin lo dan gak peka sama perasaan lo. Dan makasih udah mau jadi sahabat juga mak comblang gue yang baik selama ini. Makasih, makasih banget. Thanks so much and i love you too Alfi.” kata kata Agas untuk Alfi sebelum meninggalkan makam Alfi.
Kini tak ada lagi gaya tomboy Alfi. Tak ada lagi kata kata ramah dari mulut Alfi. Dan juga tak ada mak comblang Agas lagi karena, Alfi telah nyaman bersama Allah SWT. di atas sana.
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar